INJIL BARNABAS: Analisis dari Perspektif Kristen
(Dosen STAKN Palangkaraya Bidang Studi: Ilmu Agama-Agama)
Sejak Injil Barnabas diperkenalkan kepada publik
telah memunculkan banyak kontroversi, secara khusus di kalangan umat
Kristen. Karena itu, tulisan ini akan
mencoba memberikan wawasan singkat tentang pandangan Kristen terhadap keabsahan
Injil yang kontroversi ini. Injil
Barnabas adalah sebuah karya yang menggambarkan kehidupan Yesus, menurut perspektif Barnabas.
Namun Injil Barnabas diduga kuat berasal dari ajaran gnostik yang merupakan
ajaran sesat dan tidak diakui dalam sejarah kekristenan. Lagi pula Barnabas tidak pernah menulis kitab
manapun. Didapati bahwa dua naskah
tertua Injil Barnabas diketahui ditulis pada
akhir abad ke-16, masing-masing ditulis dalam bahasa Italia
dan dalam bahasa
Spanyol. Bahkan versi
bahasa Spanyol yang ada hingga sekarang hasil salinan pada abad ke-18. Kitab
ini panjangnya lebih kurang sama dengan keempat Injil (Perjanjian Baru)
bersama-sama (naskah bahasa Italia yang mengandung 222 pasal) yang sebagian
besar memuat kisah tentang pelayanan Yesus, secara umum sangat tidak selaras
dengan laporan-laporan yang juga ditemukan dalam Injil-injil kanonik. Dalam hal dan batas tertentu, Injil
Barnabas mengikuti penafsiran kelompok tertentu tentang
asal-usul Kristen, sehingga pengarang dan sejarah tekstualnya tetap
menjadi kontroversi yang berlanjut.
Injil
Barnabas dianggap oleh para akademisi secara umum (termasuk para sarjana
Kristen dan sebagian Muslim) merupakan tulisan palsu dan menyesatkan. Namun, ada beberapa kalangan akademisi
mengatakan bahwa Injil ini kemungkinan mengandung sejumlah sisa dari karya apokrif
yang lebih awal yang disunting untuk disesuaikan dengan pandangan Islam,
barangkali Gnostik (Cirillo, Ragg) atau
Ebionit
(Pines) atau Diatessaron
(Joosten). Injil Barnabas yang asli di tulis di dalam bahasa Yunani, bukan dari
bahasa Italia ataupun Spanyol. Dan,
tahun pembuatannya sangat berjauhan. Dari segi isinya, Injil Barnabas sangat
jauh melenceng dari ke empat injil lainnya, yaitu Matius, Lukas, Markus, dan
Yohanes. Akhir-akhir ini, justru Injil
Barnabas lebih dikenal di dunia di luar Kristen ketimbang diketahui oleh Jemaat
Kristen.
A.
Sejarah Tekstual Injil Barnabas
Injil Barnabas pertama kalinya ditemukan dalam salah
satu dari dua manuskrip yang dikenal dan dilaporkan dalam naskah Morisco BNM MS
9653 di Madrid. Naskahnya
ditulis sekitar 1634
oleh Ibrahim al-Taybili di
Tunisia.
Sebuah "Injil menurut Barnabas" disebutkan
dua kali dalam daftar karya-karya apokrif Kristen perdana: Decretum Gelasianum (tidak lebih tua
dari abad ke-6),
serta tulisan dari abad ke-7 List of the Sixty Books (Daftar ke-60
Kitab). Daftar-daftar ini adalah saksi-saksi independen, tetapi dalam kedua
kasus di atas tidak dapat memastikan apakah si penyusun benar-benar telah
melihat kesemua karya yang didaftarkan itu. Lebih jauh, daftar-daftar ini tidak
memberikan rincian tentang isi karya-karya itu, dan tidak ada alasan untuk
mengasumsikan bahwa teks Injil Barnabas dari abad ke-6 dan ke-7 ini
adalah teks yang sama dengan yang kita bicarakan sekarang. M. R. James, New Testament
Apocrypha (1924) menyangkal bahwa karya-karya yang disebutkan dalam daftar
itu memang benar-benar pernah ada.
Karya ini tidak boleh dicampurkan dengan Surat
Barnabas yang selamat, yang diduga telah ditulis pada abad
ke-2 di Alexandria.
Antara kedua tulisan ini tidak ada hubungan dalam gaya tulisan, isi atau
sejarahnya, selain bahwa kedua-duanya menganggap dirinya ditulis oleh Barnabas.
Keduanya pun tidak boleh dibingungkan
dengan Kisah perbuatan Barnabas
yang telah ditemukan, yang menyampaikan laporan tentang perjalanan, kematian
Barnabas sebagai seorang martir dan penguburannya; dan yang pada umumnya diduga
telah ditulis di Siprus
sekitar setelah 431.
Pada 478,
pada masa pemerintahan Kaisar Zeno,
uskup agung Anthemios dari Siprus mengumumkan bahwa
sebuah tempat penguburan tersembunyi dari Barnabas telah dinyatakan kepadanya
dalam sebuah mimpi. Tubuh orang suci itu konon telah ditemukan di sebuah gua
dengan sebuah salinan dari Injil Matius
yang kanonik di dadanya. Hal ini disampaikan oleh Theodorus Lector yang
sezaman, yang kemungkinan sekali hadir ketika tulang-tulang dan kitab Injil itu
dipersembahkan oleh Anthemios kepada kaisar. Sejumlah peneliti yang menegaskan
bahwa Injil Barnabas itu memang sebuah naskah kuno dengan mengajukan pendapat
bahwa teks yang konon ditemukan pada 478 harus diidentifikasikan sebagai Injil
Barnabas, tetapi tidak ada saksi sezaman yang mendukung pandangan ini. Menurut
sebuah tradisi abad pertengahan yang dilestarikan di biara Sumela di selatan Trabzon,
relikui-relikui Barnabas kemudian dipersembahkan kepada biara itu oleh Yustinianus; tetapi kemudian
hilang satu abad kemudian ketika tentara-tentara Persia menduduki Alpen Pontus dalam peperangan
mereka melawan Heraclius.
Pada 1986, sempat diklaim bahwa sebuah salinan awal Injil ini dalam bahasa
Suriah telah ditemukan dekat Hakkari ,
"The Original Bible Barnabas Found in Turkey", dalam The Minaret (1985)
Namun demikian, tak lama kemudian dilaporkan bahwa naskah ini
sesungguhnya hanya mengandung Alkitab yang kanonik saja.
B.
Manuskrip Injil Barnabas.
Manuskrip Dalam Bahasa Italia. Naskah Injil Barnabas
dalam bahasa Italia milik Pangeran Eugene dipersembahkan kepadanya pada 1709 oleh John Frederick Cramer. Naskah ini
tampaknya berasal dari abad ke-16. Pada 1738 naskah ini dengan seluruh isi
perpustakaannya sang Pangeran dipindahkan ke Hoffbibliothek Wina, dan masih bertahan
di sana di Perpustakaan Nasional Austria. Halaman-halaman dari manuskrip bahasa
Italia ini dibingkai dalam gaya tertentu, dan memuat pembagian pasal dan
catatan-catatan pinggir dalam bahasa Arab yang tidak teratur tata bahasanya,
dan dengan bahasa Arab yang keliru (sesekali dengan kata bahasa Turki, dan
banyak ciri sintaksis Turki), catatan pinggir ini margin merupakan penafsiran
yang kasar dalam bahasa Arab terhadap ayat-ayat tertentu. Sampulnya dalam
bahasa Turki, dan kelihatannya asli. Tetapi kertasnya tampaknya Italia, seperti
halnya juga dengan tulisan tangannya (meskipun dengan ejaan yang banyak tidak
lazim. Ada slogan-slogan di dasar setiap halaman, sebuah praktik yang umum
dalam naskah-naskah yang dipersiapkan untuk dicetak. Naskah ini
tampaknya tidak selesai sampai pada ke-222 pasalnya, karena diberikan
ruang-ruang kosong untuk judul-judul pasal, tetapi hanya 27 ruangan yang telah
diisi. Selain itu, ada 38 halaman berbingkai yang sama sekali kosong sebelum
teksnya. Diduga bahwa ke dalam halaman-halaman itu akan disalin tulisan-tulisan
lain. Naskah versi bahasa Italia inilah yang dijadikan dasar untuk terjemahan
Raggs 1907, yaitu terjemahan yang paling umum beredar dalam bahasa Inggris.
Terjemahan ini diikuti pada 1908 oleh terjemahan bahasa Arab oleh Khalil
Saadah, yang diterbitkan di Kairo, Mesir.
Sehingga manuskrip Injil Barnabas ini dapat dijumpai dalam tiga versi,
yaitu:
- Teks lengkap dalam bahasa Italia ditranskripsikan dengan terjemahan bahasa Inggris dan pengantarnya: Ragg, L dan L - The Gospel of Barnabas. (Clarendon Press, Oxford, England, 1907).
- Edisi bahasa Italia kedua – dalam kolom-kolom paralel dengan sebuah teks yang dipermodern: Eugenio Giustolisi dan Giuseppe Rizzardi, Il vangelo di Barnaba. Un vangelo per i musulmani? (Milano: Istituto Propaganda Libraria, 1991).
- Teks lengkap dari naskah bahasa Italia telah diterbitkan dalam bentuk faksimili; dengan terjemahan bahasa Perancis dan komentar yang panjang serta aparatus tekstual: Cirillo L. & Fremaux M. Evangile de Barnabe: recherches sur la composition et l'origine, Paris, 1977.
Manuskrip Dalam Bahasa Spanyol. Naskah
Spanyol yang diketahui lenyap pada abad ke-18 atau ke-19, tetapi sebuah salinan
abad ke-18 ditemukan pada tahun 1970-an di Fisher Library Universitas
Sydney di antara buku-buku milik Sir Charles Nicholson, yang diberi label
dalam bahasa Inggris "Transcribed from ms. in possession of the Revd Mr
Edm. Callamy who bought it at the decease of Mr George Sale...and now gave me
at the decease of Mr John Nickolls, 1745" (Disalin dari manuskrip
kepunyaan Pdt. Edm. Callamy yang membelinya ketika Tn. George Sale meninggal
dunia … dan kini memberikannya kepada saya ketika Tn. John Nickolls meninggal
dunia”
Perbedaan utama dari naskah Italia ialah bahwa salinan
yang selamat tidak mencatat sejumlah besar pasal—yang masih ada dalam naskah
asli dalam bahasa Spanyol ketika naskah itu diperiksa oleh George Sale. Teks
Spanyolnya didahului oleh sebuah catatan yang mengklaim bahwa naskah itu
diterjemahkan dari Bahasa Italia oleh Mustafa de Aranda, seorang penduduk
Muslim Aragon di Istanbul. Manuskrip Spanyol ini juga memuat sebuah pendahuluan
dari seseorang yang menggunakan nama samaran 'Fra Marino', yang mengklaim bahwa
ia telah mencuri salinan versi Italia itu dari perpustakaan Paus Siktus V.
Fra Marino melaporkan bahwa setelah memiliki kedudukan di Pengadilan Inkuisisi,
ia akhirnya memiliki sejumlah karya, yang membuatnya percaya bahwa teks Alkitab
telah dipalsukan, dan bahwa teks-teks apostolik yang asli telah disingkirkan
dengan cara yang tidak semestinya. Fra Marino juga mengklaim bahwa ia telah
diperingatkan tentang keberadaan Injil Barnabas, dari sebuah acuan dalam sebuah
karya (yang tidak dikenal) oleh Ireneus
menentang Paulus; dalam sebuah buku yang telah dipersembahkan kepadanya oleh
seorang perempuan bangsawan dari keluarga Colonna (Marino, di luar
Roma, adalah lokasi dari Palazzo Colonna).
Kesimpulan.
Berdasarkan uraian di
atas dapat ditarik beberapa alternatif kesimpulan yang menyangkut keberadaan
Injil Barnabas:
1.
Injil Barnabas dikarang oleh penulis yang bernama Ibrahim
al-Taybili,
sekitar 1634
oleh di Tunisia sehingga
memiliki ciri isi yang tidak sama dengan Injil Kanonik (Matius, Markus, Lukas,
dan Yohanes).
2.
Injil
Barnabas mencoba menggambarkan “Yesus”, tetapi berbeda dengan gambaran dalam
Injil Kanonik sehingga dapat dikategorikan sebagai ajaran bidat yang dipakai
sejak abad ke 14 dimulai dalam rangka program pemalsuan ayat-ayat Alkitab. Itu
sebabnya, Injil ini tidak dikenal oleh kebanyakan Jemaat Kristen.
3.
Injil
Barnabas sesungguhnya dituliskan dengan pasal-pasal yang tidak lengkap,
sehingga memungkinkan adanya pelintiran yang berpihak kepada golongan tertentu
untuk menyerang kekristenan.
Bersambung
Referensi:
2.
Lonsdale & Laura Ragg, The Gospel Barnabas,
Oxford: Clarendon Press, 1907. ISBN 1-881316-15-7.
3.
R. Blackhirst, "The Medieval
Gospel of Barnabas": Teks lengkap naskah Injil
Barnabas bahasa Italia (dalam bahasa Inggris), 1987.
4.
Oddbjørn Leirvik, "History as a Literary Weapon:The Gospel of Barnabas in
Muslim-Christian Polemics, Studia Theological 56:1,
2002, hlm. 4-26. Sebuah tinjauan historis dari perspektif Kristen dan Islam.
5.
Drs. B.F. Drewes dan Drs. J. Slomp Seluk-beluk
buku yang disebut Injil Barnabas. Jakarta: BPK.
Gunung Mulia, n.p
6.
J. E. Fletcher, The Spanyol Injil Barnabas,
Novum Testamentum vol. XVIII (1976), p. 314-320.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar